Entri Populer

Minggu, 13 Februari 2011

PRAMUKA DAN LINGKUNGAN

MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN
MELALUI KEPRAMUKAAN
Oleh :Drs. Nanang SH, M.Pd
(Sekretaris Kwarcab Kabupaten Garut)

Kepramukaan merupakan suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah tanggung jawab orang dewasa yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan di luar lingkungan pendidikan keluarga dengan menggunakan prinsip dasar dan metodik pendidikan kepramukaan.
Kepramukaan sebagai proses pendidikan harus merupakan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan dan bernilai pendidikan sehingga kegiatannya harus berencana, dipersiapkan, dilaksanakan dan pada akhirnya dapat dirasakan kemanfaatannya bagi masyarakat.
Pendidikan kepramukaan sebagai wahana pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia memiliki peran dalam menumbuhkan pemahaman, sikap dan perilaku terutama dalam bidang lingkungan hidup, hal ini tentunya sejalan dengan Dasa Dharma Pramuka kedua yaitu , Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia yang merupakan kode kehormatan Gerakan Pramuka.
Langkah efektif untuk membangun kesadaran dan merubah sikap mental itu adalah melalui pendidikan dan pembinaan secara sistematis, terpadu dan terus menerus.
Melalui pendidikan ini akan diperoleh tiga kemampuan, antara lain :
Pertama, KOGNITIF, yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan misalnya mengenai hutan dan manfaatnya bagi kehidupan, akibat yang ditimbulkan apabila terjadi kerusakan, cara menyelamatkan dan melestarikan hutan, sampah dan pengelolaannya serta pengetahuan-pengetahuan yang berhubungan dengan lingkungan hidup lainnya.
Kedua,APEKTIF, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan sikap mental berupa kesadaran dan keteladanan untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia, serta memupuk rasa tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya..
Ketiga,PSIKOMOTOR, yaitu keterampilan teknis dan keahlian untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan, mengolah sampah serta memelihara,menata, dan membmperindah lingkungan yang dipraktekan pada saat latihan pramuka berlangsung.
Beberapa alasan mengapa pendidikan lingkungan hidup perlu diprogramkam dan dilaksanakan dalam kegiatan pramuka, antara lain :
Pertama,Gerakan Pramuka jumlah anggotanya cukup banyak. Contohnya dalan sekup yang kecil misalnya di Kabupaten Garut saja hampir mencapai kurang lebih 400.000 anggota yang meliputi semua kalangan mulai dari kalangan Siaga 7-10 tahun, Penggalang 11-15 tahun, Penegak 16-20 tahun, Pandega 21-25 tahun serta Anggota Dewasa 25 tahun ke atas, apalagi kalau bicara Jawa Barat dalam skala yang lebih luas tentunya anngota berapa kali lipat dari itu.. Kedua,Kepramukaan merupakan bagian dari salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang paling banyak diminati oleh peserta didik di sekolah dan cukup kontinyu dilaksanakan dibanding dengan kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Ketiga, organisasi pramuka merupakan organisasi yang mengakar mulai dari tingkat nasional hingga tingkat gugus depan.
Sudah saatnya kepramukaan yang merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah penekanannya dititikberatkan kepada pembinaan dan pengembangan kepribadian siswa secara utuh . Tidak terjebak pada kegiatan latihan tehnik kepramukaan (tekpram), seni budaya, baris berbaris dan patriotisme saja melainkan harus mencakup pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang dipadukan dengan lingkungan hidup.
Kapan dan siapa lagi yang akan peduli terhadap lingkungan ? apakah kita akan peduli tatkala lingkungan kita sudah rusak parah ? dan akan menunggu anjuran atau intruksi dari pihak pemerintah ? ataukah kita senang menjadi penonton ? tentunya tidak demikian.
Kehawatiran kita terhadap kondisi lingkungan hidup saat ini memang cukup beralasan.misalnya saja ketika kemarau cukup lama air tidak ada dimana-mana, kebakaran hutan, demikian pula ketika turun hujan kitapun disibukan dengan adanya banjir dan tanah longsor belum lagi permasalahan sampah yang menumpuk dimana-mana.
Kehawatiran akan buruknya kondisi lingkungan kita di masa yang akan datang cenderung akan berkurang apabila semua pihak turut aktif untuk berusaha dalam menanamkan kesadaran terhadap generasai muda kita sekarang untuk senantiasa peduli dan memelihara lingkungan sebagai penyangga kehidupan.
Suatu langkah yang tepat dan strategis bagi para pembina, andalan dan Mabi di bawahnya untuk senantisa memikirkan bagaimana agar kegiatan kepramukaan bisa diarahkan pada terwujudnya lingkungan hidup yang sehat, bersih,indah, aman dan nyaman, sehingga Revitalisasi Gerakan Pramuka sebagaimana yang dicanangkan Bapak Presiden bukan hanya selogan melainkan suatu realitas yang bisa dibuktikan dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar